Februari 11, 2015

Harga

Ada suatu saat dimana aku benar-benar terpuruk. Sekarang, memang mudah menceritakannya, tak seperti dahulu. Dulu, aku hancur bak pasir diterpa tsunami. Dulu, aku terlalu lunak, bak lumut terinjak kaki. Hingga suatu saat aku sadar, hidup yang singkat ini tak layak dihabiskan untuk terpuruk. 

Aku menempa diriku sendiri setengah mati. Membuat diriku menjadi senjata yang melawan ego tuannya sendiri. Membuat diriku sakit dengan berbagai petualangan hidup. Membuatku merasakan: sakit hati tak sesakit ini. 

Sekarang, aku bisa berdiri menancap kokoh pada Bumi. Bisa menegakkan kepala untuk menghadapi dunia. Menjadi pribadi yang tak tertembus, hingga melarang siapapun menyakitinya. Hati ini terlalu berharga untuk diciderai.

Tapi menurutku ini baik. Baik sekali. Kalau tak begini, aku tak sekuat ini. Aku mungkin masih lunak. Mudah saja hancur terinjak. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar